
SEMU
Kamu memang TERSENYUM padaku
Tapi senyummu itu SEMU
Kamu memang BAIK
Tapi kebaikanmu itu SEMU
Kamu memang PERHATIAN
Tapi perhatianmu itu SEMU
Hati ini,
Sudah lelah menitikkan air mata
‘Tuk kesekian kalinya
Tak ingin merasakan sakit lagi
Berjalan aku sendiri
Dalam labirin hatiku yang gelap
Diantara mawar-mawar semerah darah yang membeku
karena telah kehilangan cinta
Kubisikkan sebuah permohonan
Memohon
diantara mawar-mawar yang membeku
diantara udara dingin yang menusuk jiwa
Aku tak ingin mengenalmu
Kalau cuma duri mawar ini
yang kamu torehkan…
Oleh: Nur Asri Faisalia P.~Asri Hime Phantomhive (XII-IS)
SMA Bina Insani
Kamu memang TERSENYUM padaku
Tapi senyummu itu SEMU
Kamu memang BAIK
Tapi kebaikanmu itu SEMU
Kamu memang PERHATIAN
Tapi perhatianmu itu SEMU
Hati ini,
Sudah lelah menitikkan air mata
‘Tuk kesekian kalinya
Tak ingin merasakan sakit lagi
Berjalan aku sendiri
Dalam labirin hatiku yang gelap
Diantara mawar-mawar semerah darah yang membeku
karena telah kehilangan cinta
Kubisikkan sebuah permohonan
Memohon
diantara mawar-mawar yang membeku
diantara udara dingin yang menusuk jiwa
Aku tak ingin mengenalmu
Kalau cuma duri mawar ini
yang kamu torehkan…
Oleh: Nur Asri Faisalia P.~Asri Hime Phantomhive (XII-IS)
SMA Bina Insani
Bogor
S1 Sastra Jepang
NIM: 13050110110006
Universitas Diponegoro
Semarang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar