25 November 2009

BAB II

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Kebudayaan Jepang
Kebudayaan Jepang adalah kebudayaan yang dibuat oleh orang Jepang yang didalamnya tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan Asia dan Eropa. Walaupun terdiri dari unsur-unsur dari luar, asalkan berdasar di atas kebutuhan bangsa sendiri kebudayaan itu adalah kebudayaan yang sejati dan asli, begitulah kata seorang novelis satra Jepang, Sakaguchi Ango (1906-1955). Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar tersebut.

B. Kebudayaan Jepang Yang Paling Berkembang di Indonesia.
1. Anime dan Manga
Anime atau disebut juga kartun Jepang, sedangkan manga atau disebut juga komik Jepang dulunya hanya untuk hiburan anak-anak sejak tahun 1960. Namun kemudian orang Jepang mulai mengangkat tema kehidupan remaja dan dewasa menjadi anime. Unsur fantasi, mitologi kuno, legenda dan unsur lainnya mulai dimasukkan dalam kehidupan tersebut agar membuat ceritanya lebih menarik. Selain itu, goresan artwork atau animasi dan background music yang indah dan memukau juga membuat cerita anime menarik banyak peminat.

2. Yukata dan Kimono
Yukata dan kimono adalah pakaian tradisional khas Jepang. Kimono terbuat dari bahan sutra dengan motif lebih rumit dan warna lebih banyak dari Yukata sehingga harganya juga sangat mahal, terdiri dari minimal tiga lapis dan hanya digunakan pada acara-acara formal. Yukata adalah salah satu jenis kimono yang terbuat dari katun dan hanya selapis sehingga sangat nyaman dipakai. Yukata biasa diapakai untuk kegiatan kasual seperti festival, sebagai pakaian tidur dan pakaian mandi.


3. Cosplay
Cosplay adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, dan film. Pelaku cosplay disebut cosplayer.


4. Gothic & Lolita Style
Gothic & Lolita Style adalah sebuah style berpakaian yang sangat berkembang di Jepang yang terinspirasi dari pakaian anak-anak ‘Victorian’ dan kostum rumit yang berasal dari zaman Rococo yaitu zaman bangsawan di Perancis, Eropa sekitar abad ke-18. Ciri khas style ini adalah berpita, berenda, bentuk rok unik dan biasanya mengembang, memiliki hiasan kepala dengan renda dan pita, sepatu hak tebal serta perhiasan atau aksesoris model bangsawan Eropa zaman dahulu. Gothic & Lolita Style sendiri terbagi lagi menjadi beberapa kategori, diantaranya yang paling populer adalah Gothic Lolita, Sweet Lolita, Punk Lolita, Wa Lolita dan Qi Lolita.


a. Gothic Lolita
Gothic Lolita adalah gaya Lolita yang biasanya menggunakan warna hitam-putih atau hitam-merah sebagai warna pakaian dan aksesorisnya.

b. Sweet Lolita
Gaya ini identik dengan pakaian anak kecil yang motifnya biasanya bunga, buah, permen dan warnanya putih, pink pastel, biru ataupun krem. Pelengkap gaya ini biasanya berupa boneka beruang yang membuat si pemakai memiliki kesan cute.

c. Punk Lolita
Gaya ini adalah gabungan dari gaya Gothic & Lolita dengan punk. Biasanya pakaiannya serba hitam-merah dengan aksesoris seperti rantai, sepatu boots, dan sejumlah aksesoris punk lainnya.


d. Wa Lolita
Gaya ini adalah gabungan dari gaya Gothic & Lolita dengan pakaian tradisional Jepang yaitu kimono dan yukata.

e. Qi Lolita
Gaya ini adalah gabungan dari gaya Gothic & Lolita dengan pakaian tradisional Cina.



C. Kerangka Berpikir

Kebudayaan Jepang:
• Anime dan Manga
• Yukata dan Kimono
• Cosplay
• Gothic & Lolita Style


Remaja pecinta kebudayaan Jepang


Sumber:
• Internet
• Majalah
• Teman


Dampak dari kecintaan:
• Memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi
• Menjaga kebersihan
• Memilki kreativitas yang tinggi


Kehidupan sehari-hari:
• Suka bergaul
• Tidak suka bergaul



Tidak ada komentar: